Kenangan Masa Kecilku
Pada suatu ketika tepatnya tanggal 16 September 1986, di sebuah desa bernama Landungsari Dusun Bendungan Kabupaten Malang, Aku terlahir di atas kasur yang empuk, disebuah ranjang besi setinggi 1 meter. Lupa aku siapa yang menggendongku pertama kali, yang pasti bukan ibuku. Hampir-hampir aku lupa bagaimana wajahku saat itu, maklumlah saat itu keluargaku belum mengenal Tustel, jadi gak ada fotonya dan lagi aku belum bisa bercermin. Bahkan suara tangiskupun aku tak pernah mendengarnya. Bukannya tuli tapi tak ingat.
Hampir di setiap jengkal perjalanan hidupku ada beberapa kenangan yang tertinggal, entah manis atau pahit. Sewaktu balita aku ingat sekali, rumahku amatlah kecil kalo gak salah hanya ada 2 kamar tidur dan satu lantai. Depan rumah ada pohon jambu yang lebat buahnya, dan disamping rumah ada pohon jambu juga plus bebek sama ayam. Soalnya samping rumah memang dibuat kandang. Sekitar rumah masih jarang penduduknya, mayoritas sawah dan pekarangan. Rumahku dan rumah nenek bersebelahan, ya dipisahkan oleh kandang tadi.
Sewaktu umurku 5 tahun, ayah ibuku merayakan ultahku bersama teman-teman satu kampung, yah satu kompleks maksudnya. Ini bukan pertama kalinya ultahku dirayakan, hampir tiap tahun pasti dirayakan, begitu juga mbak sama adekku sampai aku menginjak perguruan tinggi. Mulai kecil aku tinggal bersama kedua orang tuaku, mbak, dan adek, tentunya setelah adekku dilahirkan. Punya keluarga seperti mereka sangat membanggakan, biarpun sering tengkar tapi penuh kasih sayang. he he
Dah dulu ya, nanti disambung lagi . . .







